Manusia Sebagai Mahluk Budaya
A. MANUSIA MAKHLUK BUDAYA
Dulu nabi
tidak menggunakan hp, komputer dan lain sebagainya. Namun di zaman sekarang
hampir semua umat muslim menggunakannya. Bahkan benda-benda tersebut dianggap
sebagai kekasih. Jika tidak membawa hp saat bepergian hati mulai gelisah namun
jika tidak melaksanakan sholat bahkan hampir tidak ada rasa khawatir sedikit
pun, padahal siksa Allah bagi yang melanggar perintah-Nya sangat lah pedih. Hal
tersebut adalah hasil dari daya pikir manusia.
Berbicara
tentang manusia makhluk budaya, manusia adalah makhluk yang memiliki tubuh yang
fana yang terdapat ruh atau jiwa di dalamnya serta dibekali akal pikirian,
nafsu dan taqwa oleh Allah swt. Sedangkan budaya adalah suatu cara hidup yang
berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan
dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit,
termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian,
bangunan, dan karya seni.
Dengan
penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa ada beberapa hal yang berkaitan dengan
manusia makhluk budaya. Untuk lebih memahami manusia sebagai makhluk budaya
beberapa hal tersebut adalah:
Sejarah,
yaitu kejadian yang terjadi pada masa lampau yang disusun berdasarkan
peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa. Berbicara tentang sejarah pastinya
tidak lepas dari yang namanya kebudayaan. Berbkaitan dengan kebudayaan dalam
sejarah tidak akan lepas dari kisah Rasul yang terdapat dalam kutipan ayat berikut:
وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ
الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ ۚ وَجَاءَكَ فِي هَٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ
وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Dan semua kisah dari rasul-rasul
Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu;
dan dalam surat ini telah datang kepadamukebenaran serta pengajaran dan
peringatan bagi orang-orang yang beriman”.(Q.S Hud: 120)
Perjalanan,
adalah suatu kegiatan yang sangat beguna dalam mencari pengetahuan tentang
kebudayaan. Tidak hanya itu, bahkan para Rasul Allah melakukan perjalanan yang
cukup jauh dan sering demi menyebarkan ajaran islam beserta kebudayaan islam.
Sebuah perjalanan memang sangat penting bagi manusia seperti ayat berikut:
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ
ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
“Dialah Yang menjadikan bumi itu
mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian
dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”
(Q.S Al-Mulk: 15)
Teknologi,
dengan adanya hal ini sebuah perjalan akan ditempuh dengan cukup efisien. Tidak
hanya itu, proses belajar mengajar sangatlah didukung dengan adanya teknologi.
Pastinya selain sangat berguna bagi manusia juga memiliki dampak negatif, tak
perlu dijelaskan hal itu sudah sering terjadi. Oleh karenanya lah
berhati-hatilah dalam menggunakan teknologi.
Media,
yaitu sarana yang digunakan untuk menyampaikan informasi dan mendapat
informasi. Dalam kaitannya dengan budaya, media adalah salah satu sarana
sebagai dasar dalam mengetahui kebudayaan. Namun media juga bisa menjadi sangat
berbahaya. Karena dalam media banyak juga mengandung kesesatan.
Dari penjelasan di atas dapat
disimpulkan bahwa berbicara tentang manusia berbicara pula tentang
kebudayaannya, dan semua itu telah dijelaskan dalm Al-Quran.

